Solidaritas Kebersamaan






Thursday, August 11, 2005
Potret Pelajar Indonesia



Aman Muhammad Soleh (14), siswa kelas VI SDN Karangasih 04, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Bocah asal Kampung Cabang, Desa Karangasih, Cikarang Utara itu nekat mengakhiri hidupnya di usia muda dengan menggantung diri dan juga minum racun tikus pada awal Juni 2004. Saat ditanya alasannya, Aman yang setelah dirawat beberapa lama di rumah sakit dapat sehat kembali seperti sediakala, mengaku malu. Pasalnya, orangtuanya tak bisa menyediakan uang sebesar Rp 150.000 untuk membayar ujian akhir, biaya perpisahan, dan menebus ijazah.


Masih seputar usaha bunuh diri remaja belasan tahun, Linda Utami (15), siswi kelas II SLTPN 12 Jakarta, juga ditemukan tewas gantung diri di kamar tidur rumahnya di Jalan Nipah, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Ia diduga mengakhiri hidupnya karena depresi. Pasalnya, ia sering diejek temannya gara-gara pernah tidak naik kelas.


Eko Haryanto (15), siswa SD Kepunduan 1 Kramat, Kabupaten Tegal yang menggantung diri. Ia malu karena menunggak SPP selama 10 bulan. Beruntung, jiwanya tertolong dan kini dirawat di rumah sakit. Sebulan kemudian, Jarwanto (16) siswa kelas 3 SMP PGRI 7 Jatiroto Kabupaten Wonogiri juga memilih mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Diduga motifnya karena ia telah menghabiskan uang SPP.


Terpaut dua hari setelah kasus Jarwanto atau Sabtu (14/5), Renaldi Sembiring, murid TK di Kelurahan Tempelan, Kecamatan Kota Blora, Kabupaten Blora, juga nekat gantung diri. Bocah berusia lima tahun sembilan bulan itu sebelumnya dimarahi oleh orangtuanya karena tak mau mandi untuk pergi ke sekolah. Kesimpulan bahwa korban bunuh diri disampaikan Kapolres Blora AKBP Zainal Arifin Paliwang berdasarkan hasil visum. Sebelum ditemukan tewas, korban sempat dimarahi orang tuanya. "Malam harinya juga korban sempat tak diizinkan ikut salah seorang kakaknya untuk pergi ke acara ulang tahun temannya," ujar Zainal.


Gara -gara tidak mampu membayar SPP, Miftahul Jannah nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Selepas magrib, bocah 13 tahun yang tinggal di Kelurahan Karang Semande, Kecamatan Karang Malang, Balong Panggang, Gresik, itu menggantungkan setagen sepanjang 395 cm warna putih di lehernya. Mengapa Mita bunuh diri? Atun, adik Sami, mengatakan, korban stres dan bingung karena tidak punya uang biaya tur yang akan diadakan sekolahnya. "Kalau tidak bisa bayar, katanya tidak boleh ikut rekreasi dan ambil ijazah," tuturnya. Ini diketahui dari surat terakhir yang akan dikirim korban ke orang tuanya di Bali. Surat tersebut ditemukan di tumpukan lemari pakaian korban.


Namanya Heryanto, dipanggil Yanto, umur 13 tahun. GATRA edisi 29 Agustus mengangkat berita ini pada rubrik kesehatan. Ceritanya, Yanto melakukan aksi gantung diri, dengan seutas kabel yang dililitkan di lehernya. Yanto memang bisa diselamatkan dan dirawat di RS Hasan Sadikin Bandung. Namun, gara-gara belitan kabel selama sekitar 10 menit, sel-sel otaknya mengalami kerusakan. Dokter memperkirakan, jika kembali sadar, kemungkinan Yanto bisa mengalami kerusakan ingatan, bisu, atau lumpuh. Tragisnya, Yanto berusaha bunuh diri hanya gara-gara uang Rp 2500 (dua ribu lima ratus rupiah). Ia malu kepada guru dan teman-temannya, karena tidak dapat membayar iuran kegiatan ekstra kurikuler di sekolahnya. Orang tuanya yang miskin tidak dapat memenuhi kebutuhan uang Rp 2500 itu.


masih banyak lagi potret yang lain, namun coba kita lihat yang satu ini...


Ambillah contoh di bidang pendidikan? Seriuskah para pemimpin kita ingin memajukan pendidikan nasional? Untuk menjawabnya, lihatlah apa yang dilakukan, jangan hanya melihat apa yang diucapkan, atau apa yang tertulis di atas kertas. Ketika UU No 20 tahun 2003 ini disahkan dan disosialisasikan, terpikirkah oleh para aktivis dan tokoh-tokoh Islam yang mendukung RUU Sisdiknas ketika itu, bagaimana cara pemerintah memenuhi alokasi anggaran pendidikan sebesar 20 persen? Ketika bangsa ini masih dalam situasi kemerdekaan, terpetik berita, bahwa Pemda DKI akan merenovasi “Patung Arjuna Wijaya” yang menelan dana Rp 4 Miliar.


Patung ini terletak di Bundaran Air Mancur dekat Bank Indonesia. Rincian biaya renovasi patung itu adalah Rp 1,5 miliar untuk pemugaran patung, Rp 1,3 miliar untuk perbaikan, penambahan lampu, dan air mancur, serta Rp 1,2 miliar untuk biaya perawatan selama sepuluh tahun.


Beberapa hari sebelumnya, patung Sudirman diresmikan. Kita ingat, tahun sebelumnya, biaya untuk perbaikan air mancur Bunderan HI mencapai Rp 14 milyar. Bayangkan, jika di seluruh Indonesia ada 1000 patung saja, dengan rata-rata biaya pembangunan dan perawatannya adalah Rp 2 milyar, maka ada alokasi dana Rp 2 trilyun milyar untuk proyek perpatungan ini.


Padahal, kemungkinan besar bisa lebih. Karena kita sudah dan sedang membangun banyak sekali patung-patung yang sangat mahal, seperti Patung Kristus Raja di Dili, Patung Garuda Wisnu Kencana, dan sebagainya.


Jika uang Rp 2 trilyun itu diberikan kepada 1.000.000 siswa yang bernasib seperti Yanto, maka masing-masing akan mendapat jatah beasiswa Rp 2 juta. Tentu ini akan sangat menolong mereka untuk menyelesaikan sekolah mereka. Penting manakah membuat dan memelihara patung-patung dengan menyelamatkan pendidikan jutaan siswa sekolah dasar? Mengapa orang tidak kapok membangun patung, meskipun patung Stalin, Saddam, Cusesco, dan lain-lain ditumbangkan?


bagaimana? apa yang ada di pemikiran anda?... masukkan comment anda disini. terima kasih

Posted at 04:47 pm by acha
Make a comment  

sejentik kasih untuk anak terkasih



kasih orang tua adalah kasih yang paling tulus

seorang ibu dan bapak

berprofesi sebagai pemulung di kawasan Jakarta Timur

berkorban untuk hanya makan sehari sekali

agar anaknya dapat sekolah...

seorang bapak di kawasan Jakarta Barat

berprofesi sebagai pengamen

bersedia berkorban untuk bekerja 24 jam

agar anaknya dapat membayar uang sekolah...

seorang ibu berprofesi sebagai tukang pijat

mengumpulkan setiap sen uang yang diperolehnya

dari memijit punggung orang

hanya agar anaknya dapat membeli buku tulis dan pensil untuk belajar...

Posted at 04:38 pm by acha
Make a comment  

Tuesday, August 09, 2005
foto anak-anak masa kini


Posted at 02:13 pm by acha
Make a comment  

welcome to my own land of nowhere


hai friends....horeee this is my second blog!!! dan gue manage sendiri, gak pake bantuan orang lain, walau agak gak karuan sih, apa-apa maunya dimasukin ke blog...hehhehe...well, this is it...kayak menghuni rumah baru nih, jadi pengen ngedekor ulang mulu nih...hihihi...ok deh, soon blog ini bakal terisi penuh, coz gue masih semangat-semangatnya nih...hehehhe..ok deh friends, c u on de next post...bye bye chayo!!!

Posted at 12:21 pm by acha
Make a comment  


Previous Page



   

<< July 2009 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:




rss feed